Kategori Berita

Berita

Menampilkan 5 dari 5 Berita
Focus Grup Discusion Prodi PAI INAMIS dan IAI Alfatimah Bojonegoro: Membangun Kolaborasi Perkuat Sinergi

Berita Jumat, 24 April 2026

Focus Grup Discusion Prodi PAI INAMIS dan IAI Alfatimah Bojonegoro: Membangun Kolaborasi Perkuat Sinergi

Lamongan – Dalam upaya meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring institusi, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Alif Muhammad Imam Syafi’i (INAMIS) Lamongan menggelar agenda Memorandum of Agreement (MoA) dan Focus Group Discussion (FGD) bersama IAI Alfatimah Bojonegoro pada Jumat, 24 April 2026.Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antarkedua institusi pendidikan tinggi Islam di wilayah Jawa Timur. Pertemuan ini tidak hanya sekadar penandatanganan dokumen formal, tetapi juga diisi dengan diskusi mendalam mengenai pengembangan kurikulum, kolaborasi riset, serta penguatan tata kelola program studi PAI di masa depan.Hadir mewakili jajaran pimpinan INAMIS Lamongan, Wakil Rektor I Bidang Akademik, A. Yaskur Aminurrozi, M.Pd., bersama Wakil Rektor III, M. Suyoso, M.Pd. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh rektorat terhadap inisiatif prodi dalam membangun kerja sama strategis yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan dosen.Dari sisi teknis program studi, Dr. Sunaji, M.Pd. selaku Kaprodi PAI INAMIS, bersama Wasis, M.Pd. (Dosen PAI), turut memimpin jalannya diskusi kelompok terpumpun tersebut. Pihak INAMIS menyambut baik kehadiran tim dari IAI Alfatimah Bojonegoro sebagai mitra diskusi yang setara untuk saling berbagi praktik baik (best practices)."Kolaborasi ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan Prodi PAI terus relevan dengan tantangan zaman. Melalui MoA dan FGD ini, kita ingin membangun ekosistem akademik yang lebih kuat melalui sinergi sumber daya manusia dan pemikiran," ujar perwakilan pimpinan INAMIS dalam sesi pertemuan tersebut.Pertemuan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan berbagai program kolaboratif, mulai dari pertukaran dosen, seminar bersama, hingga publikasi ilmiah kolaboratif, demi mewujudkan visi unggul bagi kedua kampus.

Baca Selengkapnya
INAMIS Mengabdi: Safari Ramadhan Hadirkan Mahasiswa Inspiratif di Tengah Masyarakat

Berita Sabtu, 7 Maret 2026

INAMIS Mengabdi: Safari Ramadhan Hadirkan Mahasiswa Inspiratif di Tengah Masyarakat

Lamongan (07/03/2026) — Dalam semangat berbagi dan penguatan nilai-nilai keislaman di bulan suci Ramadhan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) INAMIS sukses menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “INAMIS Mengabdi” melalui program Safari Ramadhan.Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi INAMIS kepada masyarakat dengan menerjunkan mahasiswa-mahasiswa terbaik untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Para mahasiswa dipercaya mengemban tugas mulia sebagai imam sholat, bilal, serta pengisi ceramah di sejumlah masjid yang tersebar di wilayah Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.Adapun lokasi pelaksanaan Safari Ramadhan INAMIS Mengabdi meliputi:Masjid Darussidqi (Dusun Mojolegi, Desa Takeranklating) Masjid Sabilul Huda (Dusun Jati Langkir, Desa Wonokromo) Masjid Dusun Joto, Desa Jotosanur Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan keilmuan dan keagamaan, tetapi juga belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami kebutuhan umat, serta menanamkan nilai kepedulian sosial.Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi dalam menyambut kehadiran para mahasiswa INAMIS. Ceramah yang disampaikan dinilai mampu memberikan pencerahan serta motivasi spiritual, sementara kehadiran imam dan bilal dari kalangan mahasiswa turut memberikan nuansa baru dalam pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan.Ketua LPPM INAMIS, Bapak M. Syafiq Mughni, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengintegrasikan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Melalui INAMIS Mengabdi, kami ingin menghadirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual,” ujarnya.Program tahunan ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat. INAMIS pun semakin meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berakhlak dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Baca Selengkapnya
BEM INAMIS dan Aliansi Joko Tingkir Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir di Kabupaten Lamongan

Berita Minggu, 18 Januari 2026

BEM INAMIS dan Aliansi Joko Tingkir Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir di Kabupaten Lamongan

Lamongan (18/01/2026) — Bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh kalangan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) INAMIS bersama Aliansi Joko Tingkir yang merupakan gabungan BEM se-Lamongan, turut ambil bagian dalam aksi galang dana kemanusiaan untuk membantu warga terdampak banjir di beberapa desa di Kabupaten Lamongan.Kegiatan galang dana ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis di wilayah Lamongan dengan melibatkan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas sosial dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah akibat banjir yang melanda beberapa wilayah desa.Dalam kegiatan ini, para mahasiswa turun langsung ke jalan untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi memberikan bantuan. Bantuan yang dihimpun berupa donasi uang tunai yang nantinya akan disalurkan kepada warga terdampak banjir guna membantu memenuhi kebutuhan pokok dan meringankan beban mereka.Perwakilan dari BEM INAMIS menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pengumpulan dana, tetapi juga sebagai wujud nyata peran mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control yang hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.“Kami hadir bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Semoga bantuan yang terkumpul dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.Sementara itu, Aliansi Joko Tingkir sebagai wadah persatuan BEM se-Lamongan menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu bersatu dalam aksi kemanusiaan tanpa memandang latar belakang kampus maupun organisasi.Aksi galang dana ini juga mendapat respons positif dari masyarakat Lamongan. Banyak pengguna jalan dan warga sekitar yang antusias memberikan donasi sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban banjir. Semangat gotong royong dan solidaritas yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat terdampak untuk dapat segera bangkit dari musibah.Melalui kegiatan ini, BEM INAMIS dan Aliansi Joko Tingkir berharap bantuan yang terkumpul dapat tersalurkan dengan tepat sasaran kepada warga desa yang terdampak banjir di Kabupaten Lamongan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga, terutama di tengah kondisi bencana yang membutuhkan perhatian bersama.Mahasiswa bergerak, masyarakat menguat, dan solidaritas pun menjadi jembatan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Baca Selengkapnya
Dr. Sunaji, M.Pd. Resmi Raih Gelar Doktor: INAMIS Lamongan Tambah Satu Dosen Bergelar S3

Berita Minggu, 7 September 2025

Dr. Sunaji, M.Pd. Resmi Raih Gelar Doktor: INAMIS Lamongan Tambah Satu Dosen Bergelar S3

Lamongan, 9 September 2025 - Institut Alif Muhammad Imam Syafi’i (INAMIS) Lamongan kembali mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Dr. Sunaji, M.Pd., Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), resmi meraih gelar doktor setelah sukses menjalani ujian terbuka promosi doktor pada Ahad, 7 September 2025, di Auditorium Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim.Dalam disertasinya yang berjudul “Pesantren Dalam Dinamika Sosial Keagamaan dan Pendidikan Masyarakat Pesisir Kabupaten Rembang”, Dr. Sunaji mengangkat studi multi kasus di dua pesantren ternama: Pondok Pesantren Al Anwar 2 Sarang dan Pondok Pesantren Lasem. Penelitian ini menyoroti peran pesantren sebagai pusat transformasi sosial dan pendidikan di wilayah pesisir, serta kontribusinya dalam membentuk karakter masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan kultural.Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen INAMIS dalam meningkatkan kualitas sumber daya dosen dan memperkuat fondasi akademik institusi. Sebagai Kaprodi PAI, Dr. Sunaji diharapkan mampu membawa semangat baru dalam pengembangan kurikulum, riset keislaman, dan pembinaan mahasiswa.Civitas akademika INAMIS Lamongan menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pencapaian tersebut, seraya berharap gelar doktor ini menjadi awal dari kontribusi yang lebih luas dalam dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Baca Selengkapnya
Diskusi Prodi PAI UINSA Dan INAMIS Dalam Perancangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE)

Berita Kamis, 28 November 2024

Diskusi Prodi PAI UINSA Dan INAMIS Dalam Perancangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE)

Lamongan, 20 November  2024 inamis.ac.id - Kunjungan tim manajemen dan prodi Pendidikan Agama Islam institut Alif Muhammad Imam Syafi'i (INAMIS) ke UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dalam rangka diskusi dan evaluasi rancangan kurikulum prodi PAI INAMIS. Hasil diskusi ini di harapkan mampumenjadi pijakan baru dalam merancang penyusunan kurikulum yang lebih relevan dan berbasis Outcome-Based Education (OBE).Kurikulum yang Visioner dan RelevanDiskusi ini mengupas tuntas kerangka kurikulum PAI yang berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI). Salah satu poin utama yang disoroti adalah pengembangan kurikulum untuk menghadapi kebutuhan generasi Alpha, abad ke-21, dan pasar kerja global.Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami tidak hanya unggul dalam ilmu agama tetapi juga kompeten secara global, kritis, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Dr. Muhammad Fahmi (Ketua Prodi PAI UINSA).  Ke depan, kurikulum harus disusun berdasarkan Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan OBE dalam kurikulum menitikberatkan pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang melahirkan pendidik profesional, peneliti pendidikan agama, serta pengembang media ajar berbasis teknologi. Strategi pembelajaran yang digunakan mengedepankan Student-Centered Learning (SCL), Problem-Based Learning (PBL), dan Project-Based Learning (PjBL).Kekuatan dan Tantangan KurikulumMenurut Achmad Adharul Ja'fari, MH (Ketua LPM INAMIS), kurikulum berbasis OBE memiliki keunggulan yang relevan dengan kebutuhan generasi digital, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains, dan mendukung keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kerja sama, dan inovasi. Seharusnya ada solusi cepat untuk masalah seperti proses sinkronisasi kurikulum, kekurangan infrastruktur digital, dan kurangnya pelatihan dosen dalam penerapan teknologi. Hasil diskusi ini mencakup poin-poin penting berikut: Dosen harus ditingkatkan melalui pelatihan berbasis teknologi dan pendekatan OBE; Pengembangan Infrastruktur Digital, yang memastikan ruang kelas berbasis teknologi dan akses internet memadai; Evaluasi Kurikulum Berkala, yang memastikan bahwa pembelajaran sesuai dengan prinsip OBE; Kolaborasi Eksternal, yang memungkinkan kerja sama dengan lembaga pendidikan lain untuk benchmarking dan pengembangan kurikulum dan inovasi. Hal ini diamini oleh Ketua Prodi PAI INAMIS, Muhammad Syafiq Mughni, M.Pd dan salah satu dosen PAI INAMIS, Bahtiyar Rifa’I, M.Pd.I.Kunjungan Tim INAMIS ke Prodi PAI FTK UINSA, yang mencakup agenda diskusi dan review kurikulum, menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak boleh stagnan, terutama di tengah tantangan yang dihadapi di era teknologi saat ini. Penggunaan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) oleh INAMIS menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman sambil mempertahankan nilai-nilai utama Islam. Tidak hanya institusi pendidikan yang bertanggung jawab atas tanggung jawab besar ini. Dengan mendukung kebijakan, menyediakan dana, dan memanfaatkan teknologi, pemerintah dan masyarakat harus berpartisipasi. Oleh karena itu, lulusan Prodi PAI tidak hanya menjadi guru yang berpengalaman, tetapi juga menjadi pemimpin transformasi yang siap membangun Indonesia emas di masa depan.

Baca Selengkapnya